Senin, Maret 30, 2009

Kadang

Terkadang aku berpikir Allah terlalu sayang

Hingga memberi cobaan seberat ini

Tapi kadang aku merasa Allah tak adil hungga yang ku ingin tidak terkabul

Kadang aku putus asa ingin akhiri hidupku

Kadang aku optimis menyemangati hatiku

Kadang aku ingin paksain kehendakku

Kadang  mengalah menyarah pada takdir

Kadang aku ingin nekat

Kadang aku hanya memendam rasa

Andai ada pilihan tetap hidup di dunia

Atau melayani Allah di langit

Dengan senang hati aku ke langit

Do'a untuk Kekasih Hati

Ya Allah yang maha Pemurah

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia

Telah mempertemukan aku denganya

Terima kasih untuk saat - saat indah yang boleh kami nikmati bersama

Terima kasih untuk saat - saat yang lalu

Aku datang bersujud padaMU, sucikan hatiku ya Allah

Sehinggak dapat melaksakan kehendak dan rencanaMU dalam hidupku

Ya Allah, jika aku bukan pemilik tulang rusuknya

Jangan biarkan aku merindukan kehadirannya

Janganlah biarkan aku melabuhkan hati di hatinya

Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku

Dan usirlah dia dari relung hatiku

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini

Dengan kasih dari dan padaMU yang tulus dan murni

Tolonglah aku agar dapat mengasihi sebagai sahabat

Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk aku

Ya Allah, tolong satukan hati kami

Bantulah aku agar mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya

Urapilah dia agar juga mencintai, mengerti dan mau menerima aku

Dengan segala kelebihan dan kekurangan aku sebagai mana Kau ciptakan aku

Jumat, Maret 27, 2009

Ketikan Basi

MANTRAMU

Mantra apa yang kamu gunakan menjerat hatiku?

Hingga begitu susah melepaskan mantramu

Rasa senang, sedih, sayang, kesal, cinta dan benci begitu lengkap mewarnai

Leherku terasa tercekik dibuatnya

Aku bisa gila memikirkanmu

Bagaikan punguk yang merindukan indahnya bulan yang terlampau tinggi

Aku terima semua rasamu sebagai cobaan Allah yang terlampau menyayangiku

Meski tidak dapat ku pungkiri jeratan ini begitu menyekik hidupku

Pernahkah kamu berbelas kasihan melepaskan aku dari jeratanmu?

SENJA

Langit senja yang melukiskan ketidak berdayaan dan kesepian

Burung pun tak terlihat lagi kepakan sayapnya

Kicauannya pun telah sirna

Ranting - ranting terasa enggan tergerak oleh sentuhan semilir

Gelap menambah luka kesunyian sang senja

Akankah bulan sudi datang demi senja yang malang?

Selasa, Maret 03, 2009

Hujan Sepi

Ingin rasa aku terbang kelangit

Terbang dalam guyuran ujan

Akan ku hapuskan semua rasa

Rasa yang memberatkan jiwa

Rasa yang mempenjarakanku

Rasa yang memenuhi tenggorokanku

Rasa yang tak ada namanya

Biarkan aku menari lepas

Tanpa ada rasa…

Cinta

Sebuah kata yang disanjung dihina

Seakan menjadi harapan orang yang sekarat

Suatu anugerah terindah dan juga petaka terpedih

Sungguh itu cinta

Disaat aku belajar rela melepaskan cinta

Terasa dunia ikut menjauhiku

Disaat aku ingin belajar bangkit

Kenapa dunia pun terasa menentangku?

Semakin banyak kebahagiaan yang ada

Semakin aku ketakutan akan adanya cinta

Kebahagiaan ada memang karena cinta

Tapi cinta pula yang telah menyakitiku

Yang membuat kepercayaan diriku dititik terendah

Kenapa “atas nama cinta” yang selalu berkuasa?

Memang sulit mengendalikan kata cinta

Tapi sekarang waktunya mengendalikannya

Tidak semua hal diatas namakan cinta

Kebahagiaan yang termiliki tidak harus karena cinta

Sungguh

Indahmu sungguh mempesonaku

Parasmu sungguh mengagumkan

Harummu sungguh semerbak

Syairmu mengalunkan cinta

Sungguh ku mengagumimu

Sungguh ku mengharapmu

Sungguh ku menginginkanmu

karena kau hidup dan matiku

Ku merindumu

Ku bersimpuh di hadapmu

Ku hidup untukmu

Ku mati pun karenamu

Biarkan ku di sisimu

Meski di sudut terkecilmu

Rela ku dihina untuk tempatmu

Rela ku tersungkur karena tempatmu

Aku bukan hambamu yang baik

Aku yang melupakanmu

Aku yang terlelap di duniamu

Aku yang mengabaikanmu

Ingin ku habiskan waktu bersamamu

ingin ku curahkan hatiku untukmu

Ingin ku selalu ada untukmu

Ingin ku selalu sujud padamu

Hatiku

Hari - hari ku sunyi
Hari - hari ku sepi
Hari - hari ku sendiri
Hari - hati ku di sini
Di sini terus menatan harap
Harap yang tak pasti
Harap yang slalu ku tangisi
Sampai kapan aku akan menangis?
Sampai kapan kau seperti ini?
Sampai kapan kau buat aku menunggu?
sampai kapan kau bisa dipercaya?
Sampai kapan kau buat aku tak berdaya?
Belum cukup kah aku bersabar?
Ya Allah kuatkan hatiku
Ya Allah besarkan hatiku
Ya Allah kuatkan sabarku
Ya Allah besarkan sabarku
Ya Allah sandarkan hatiku padaMU
Ya Allah sandarkan sabarku padaMU
Ya Allah hanya Engkau yang aku punya
Ya Allah padaMU lah aku akan kembali

Harapanku

Cerah hari berselimut sepi
Angin tak lagi semilir
Dingin telah merasuk sampai tulang
Rasa senang, ragu, takut bercapur dalam hati
Lamunan pun bermain dengan lincah
Lamunan yang akan membawa kekasihku
Lamunan yang akan membawa bahagiaku
Lamunan pula yang membuatku ragu
Ragu akan hadirnya kasihku
Ragu akan hadirnya bahagiaku
Ragu pula yang menghadirkan takutku
Takutku akan hilangnya kasihku
Takutku akan hilangnya bahagiaku
Takutku pula hilangkan lamunanku
Aku yakin harapan itu ada
Harapn yang ingin selalu aku nanti
YA ALLAH BANTULAH AKU
HIDUPKANLAH HARAPANKU
YA ALLAH TOLONGLAH AKU
NYATAKANLAH HARAPANKU
YA ALLAH JANGAN TINGGALKAN AKU
SENDIRI DALAM HARAPAN BELAKA
MUNAFIK BENAR AKU TIDAK MENIKMATI INDAH-MU

Sakit

Sakit apa yang aku rasa saat ini…
Sakitnya begitu menusuk hatiku
Menyesakkan dadaku
Menghancurkan jiwaku
Merusak hidupku
Menghilangkan harapanku

Ya Allah tolonglah aku
Aku tak mau dalam keterpurukan ini
Ya Allah jangan pergi dariku
Aku tak sanggup bila tanpaMU
Ya Allah jangan tinggalkan aku
Aku tak kuasa harus sendiri
Ya Allah jangan menghilang dariku
Temani aku dalam gelap ini

Bawalah aku terbang ketempatMU
Begitu sakit di sini
Aku tau KAU terlalu sayang sama aku
Hingga KAU coba aku seperti ini
Aku takut di sini
Takut akan jauh dariMU
Tidurkan aku dalam damaiMU
Panggillah aku dari hidup ini
Bila hidupku tak lagi berguna
Aku gak mau lagi ketemu dia
Aku tersakiti olehnya

Kumpulan Puisi Riffan

RIFFAN

Rayuan mesra dari rintik hujan

Yang memanja dengan belaian lembut

Seolah - olah ingin menenggelamkan setiap insan

Dan memaksa memanggil - manggil cinta

Yang pulas dalam ayunan yang pemuja

Untuk ikut larut menikmati jamuan perawan di istana hangat sang raja

Yang berhiaskan permata kasih dan intan sayang

Dipenuhi pesona ketulusan

Ditaburi bunga kejujuran

Bergerbang kuat akan kepercayaan saling tergantung

Dikawal ketat oleh prajurit keiklasan akan kekurangan

BANGUN

Bangun kekasihku

Pagi sudah melambai - lambai

Mentaripun memanggil - manggilmu

Dunia telah menunggu sentuhanmu

Bangun sayangku

Langit tak sabar menunggu sujudmu

Sukses telah menunggu dijemput

Cepatlah bangun jangan biarkan mereka menunggumu terlalu lama

Dan membuat mereka berpaling darimu

IKLAS

Iklas itu bagaikan bom waktu

Yang siap menghancurkan apapun kehendaknya

Iklas itu perang batin antara amarah dan kasih

Iklas itu sadis, jahat, menyakiti orang yang dilintasinya

Betapa sulit dan beratnya menanggung beban keiklasan

seakan - akan menenggelamkan kehidupan di dunia ini

Iklas, gengsi atau egoiskah yang memberatkan langkahmu?

Yang mampu menggoyahkan keyakinan, merobohkan iman

Dan ketakutan berkuasa mengendalikan pikiran

Hanya orang bodoh yang membiarkan kekasihnya berlalu tanpa arti

Pasti akan ada saatnya cinta menyerah pasrah

Bukan karena putus asa melainkan kebahagiannya jika aku mampu melepasnya

MALAM

Malam kenapa harus kedatangan gelap?

Malam kenapa harus menyambut sepi?

Malam kenapa harus menjamu ketakutan?

Tidakkah malam punya beribu bintang yang cantik?

Bukankah malam punya bidadari di bulan?

Kemanakah ceria malamku?

Siapakah perampas malamku?

Setan terkutuk yang tega melenyapkan malamku!

Kembalikan, gantikan sinarku!!!