Senin, November 03, 2008

Semangat dan Putus Asa

Dalam hujan aku tersadarkan dari keputus asaan yang sedang mejangkitiku, dalam hujan itu terlihat dimataku seorang bapak tua yg sedang mengayuh gerobaknya tanpa perlindungan dari air hujan atau pun dari rasa dingin yg telah menyelimuti seluruh kota. Terlihat jelas beban yg sedang di pikul bapak penjual batagor, beban akan kehidupan istrinya dan anak-anaknya dan mungkin Ibu, Bapaknya atau mungkin mertuanya yang masih hidup. sengguh penggambaran perjuangan hidup yang teramat berat untuk dijalani di jalani, tapi masih terlihat benar kesabarannya menjalani cobaan hidupnya yang harus dijalaninya. Dalam hujan ini juga aku menatap ibu yang biasa menyapu di sini, meski rumahnya lumayan jauh kalau harus dtempuh dengan sepeda tuanya dan harus menerobos hujan yang lebat nan dingin ini, tapi ibu masih rela jg menjalaninya dengan sabarnya, sungguh sebuah perjuangan hidup yang hebat dan mungkin masih banyak ladi gambaran susahnya memjuangkan hidup. memang bukan rahasia lagi kalau cari kerja susah, apalagi makin meningkatnya tenaga kerja yang dianggurkan, dengan segala titel atau pun ketrampilan, tapi siapa yang bisa disalahkan? Persaingan pun tidak bisa dielakkan lagi baik secara wajar atau pun tidak wajar. Ya seperti itulah dinamika dalam mempertahankan hidup di dunia. Dalam hujan ini pula semangatku berjuang untuk hidupku ke depan mulai tumbuh lagi meski semangat ini masih saja diliputi rasa ragu, ragu yang berkepanjangan yg sulit dihapuskan. Yang ingin aku lakukan saat ini menatap hidup dengan segala pengharapan dan dipenuhi sengan semangat menuju kesuksesan. harapan akan segala impian yang telah telah aku tetapkan sebagai tujuan hidupku, meski jalan yg aq inginkan tdk semulus sesuai harapan. AYO SEMANGAT!!!! Meski hasilnya nanti bukan kita yang menentukan yang penting sudah berusaha, smua yang berjalan di dunia ini memang sudah ditentukan oleh Takdir Allah SWT. Temanku tetaplah tegar dan tetap berjalan kedepan, percayalah kita tidak sendiri dan aku akan senantiasa menggandeng tangan kalian untuk melangkahkan kaki kita bersama-sama.