Sebuah kata yang disanjung dihina
Seakan menjadi harapan orang yang sekarat
Suatu anugerah terindah dan juga petaka terpedih
Sungguh itu cinta
Disaat aku belajar rela melepaskan cinta
Terasa dunia ikut menjauhiku
Disaat aku ingin belajar bangkit
Kenapa dunia pun terasa menentangku?
Semakin banyak kebahagiaan yang ada
Semakin aku ketakutan akan adanya cinta
Kebahagiaan ada memang karena cinta
Tapi cinta pula yang telah menyakitiku
Yang membuat kepercayaan diriku dititik terendah
Kenapa “atas nama cinta” yang selalu berkuasa?
Memang sulit mengendalikan kata cinta
Tapi sekarang waktunya mengendalikannya
Tidak semua hal diatas namakan cinta
Kebahagiaan yang termiliki tidak harus karena cinta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar