Secara etiomologi Bani bermakna anak-anak keturunan, sedangkan Israel adalah nama asli nabi Yaqub as (Eber). beliau adalah putra nabi Ishaq as bin Ibrahim as. Dia berimigrasi ke Haran
wilayah Syiria utara dan nikah di sana, disanalah generasi pertama Bani Israel
berkembang. Asal-usul bani israel berawal dari nabi ya'qub as. yang mempunyai 13 putra sebagai berikut :
- Yahudza ( yang menjadi asal mula bangsa yahudi )
- Robel
- Syam'un
- Lawa
- Robbalun
- Yasyjur
- Dinah
- Dann
- Naftalu
- Jad
- Asyir
- Yusuf
- Benyamin
Yahudza, Rabel, Syam'un, Lawa, Robbalun, Yasyjur dan Dinah merupakan putra-putra nabi Yaqub as. dari Laya merupakan sepupu nabi Yaqub as. dari ibunya.
Sedang Dann, Naftalu, Jad dan Asyir merupakan putra nabi Ya'qub dari 2 orang budaknya Balhah dan Zulhah.
Yusuf dan Benyamin putra nabi Yaqub dari Rohil adik kandung Laya.
Putra-putra nabi Yaqub as. dan saudara-saudara nabi Yusuf inilah yang disebut-sebut sebagai bani israel.
Berikut sebagian nabi-nabi Bani Israel yang diturunkan kepada
mereka ;
Nabi Ya'qub as
Nabi Yusuf as
Nabi Ayyub as
Nabi Ilyasa as
Nabi Yusya as
Nabi Hizqiyal as
Nabi Daud as
Nabi Sulaiman as
Nabi Sya’ya as
Nabi Zakariyya as
Nabi Yahya as
Nabi Isa as
Sejarah Bani Israel / Yahudi di Palestina
Untuk mengetahui sejarah Yahudi harus membicarakan nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as disebut sebagai imam agama moneistik (Tauhid), yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam, beliau sendiri bukanlah seorang yahudi dan bukan pula seorang nasrani tetapi seorang yang lurus dan menyerahkan diri kepada Allah (islam). Nabi Ibrahim as adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh as. Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pada waktu itu diperintah oleh seorang raja zalim bernama "Namrud bin Kan'aan.", beliau juga anak seorang pemahat patung istana bernama Azar. Beliau menentang penyembahan patung yang menyebabkannya dihukum bakar, tapi Allah menyelamatkannya. Beliau, bersama Sarah isterinya dan saudaranya luth, hijrah ke Kan'aan (Palestina Selatan) pada abad ke IX SM,
Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia." (QS. Al-Anbiyya' :69-71)
Beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya nabi Isma’il as di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya nabi Ishaq as tetap di Kanaan. Seperti itu pulalah, Al-Qur’an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim as mendirikan rumah untuk beberapa putranya di sekitar Baitul Haram, yang menurut penjelasan Al-Qur’an bertempat di lembah Mekah.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS. Ibrahim : 37)
Kemudian nabi Ishaq as dinikahkan dengan perempuan dari harran, Irak yaitu Rafqah binti Batuwael bin Nahur, saudara nabi Ibrahim as. Setelah 10 tahun nabi Ishaq as menikah dengan Rafqah, lahirlah dua anak kembar. Anak pertama diberi nama Al-Aish dan anak kedua nabi Yaqub as.
Setelah daripada itu nabi Yaqub as bermaksud menikahi putri bungsu pamannya Laban yang bernama Rahil. Pamannya setuju, dengan syarat nabi Ya'qub as harus tinggal di kampungnyai (Faddan Aram) selama 7 tahun dan menikahi kakak perempuan Rahil yang bernama Laiya biasa dipanggil Layyan. Adat di daerah itu melarang seorang adik melangkahi kakaknya menikah lebih dahulu. Akhirnya, pamannya menikahkan kedua anak gadisnya dengan nabi Ya'qub as (ketika itu hukum memperbolehkan seseorang menikahi dua gadis sekandung). Laban juga menghadiahkan dua hamba sahayanya kepada masing-masing putrinya, yaitu Zulfa untuk Layyan dan Balhan untuk Rahil. Kedua hamba sahaya itu pun akhirnya diberikan kepada nabi Ya'qub as untuk diperistri, sehingga istrinya berjumlah empat orang. Dari nabi Yaqub as inilah lahir bani israel.

1 komentar:
Nuur,, nuruul.
link'e nang blogq sing nduwur dewe iku wes gak valid,, pean hapus ae yaa...
Posting Komentar